Revitalisasi Situ Rawalumbu: Dari Ekosistem Jadi Wisata Berkelanjutan

BEKASI (INFO PUBLIK) – Di tengah pesatnya pembangunan kota Bekasi, upaya pemulihan ruang terbuka biru menjadi agenda krusial. Pemerintah Kelurahan Bojong Rawalumbu menginisiasikan aksi Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) serta penghijauan di kawasan Situ Rawalumbu pada Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar gotong royong rutin, melainkan manifesto awal untuk membangkitkan potensi Situ Rawalumbu sebagai destinasi wisata lingkungan yang integratif.

Menjaga Aset, Merawat Masa Depan

Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan, yang memimpin langsung aksi tersebut, menegaskan bahwa situ seluas 2.350 meter persegi merupakan aset ekologis langka. Menurutnya, keberadaan situ ini adalah keistimewaan yang tidak dimiliki setiap wilayah di Bekasi.

“Kegiatan hari ini adalah titik berangkat untuk mengembalikan fungsi Situ Rawalumbu sebagai ruang publik yang produktif. Kami ingin menghidupkan kembali marwah kawasan ini sebagai ruang wisata alam sekaligus paru-paru kota,” ujar Warjan.

Ia menekankan bahwa transformasi ini membutuhkan konsistensi. Penanaman pohon yang dilakukan bersama tokoh masyarakat dan warga menjadi simbol komitmen jangka panjang dalam menjaga daya dukung lingkungan sekitar Kampung Rawa Roko dan Kampung Markan.

Kelembagaan dan Pemberdayaan Ekonomi

Sebagai langkah konkret menuju pengelolaan profesional, pihak kelurahan berencana membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Lembaga ini akan mengkonsolidasikan peran warga dalam menjaga estetika, keamanan, hingga aspek komersial kawasan.

“Visi kami adalah pengelolaan yang visioner. Pokdarwis akan memastikan bahwa perawatan situ tidak berhenti pada seremoni K3, melainkan terus berkembang menjadi destinasi wisata yang tertata dan mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Sinergi Lintas Sektor

Semangat kolaborasi terpancar dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup hingga lembaga pendidikan seperti Sekolah Victory Plus yang berkontribusi dalam pengadaan bibit tanaman.

Ketua RW 01, Nemin, dan Ketua RW 41, Lias Suhendar, menyatakan kesiapan warga untuk bersinergi. Mereka memproyeksikan Situ Rawalumbu sebagai pusat ekonomi kreatif dan wisata kuliner yang kompetitif di tingkat kota.

“Kami tidak ingin kawasan ini tertinggal. Dengan sinergi bersama Kelurahan, kami optimis Situ Rawalumbu akan menjadi ikon baru kebanggaan warga Bekasi yang memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial-ekonomi,” pungkas Lias.

Dibangun sejak Agustus 2022, Situ Rawalumbu kini memasuki babak baru. Di bawah kolaborasi lintas elemen, kawasan ini diharapkan menjadi bukti bahwa pembangunan kota bisa berjalan seiring dengan pelestarian alam yang memberikan manfaat nyata bagi penghuninya. (Ans)

Tinggalkan Balasan