KOTA BEKASI (INFO PUBLIK) – Aksi penggusuran yang digelar beberapa hari lalu di Lapangan Multiguna Margahayu, Bekasi Timur, bukan hanya menghancurkan bangunan warung, melainkan juga menghancurkan harapan rakyat kecil yang tengah menyiapkan diri menyambut Idhul Fitri. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kecamatan Bekasi Timur, serta Satpol PP menerobos dengan alat berat, tanpa ampun membongkar warung-warung milik warga – sementara bangunan diduga milik oknum pejabat justru tetap berdiri kokoh.
Seorang warga yang akrab disapa emak menceritakan keputusasannya setelah menemukan warungnya hancur lebur. “Saya tidak ada di sana saat mereka datang dengan alat berat. Ketika tiba, semua sudah sirna! Barang dagangan terbenam reruntuhan, tabungan lebaran yang saya kumpulkan dengan susah payah hilang tak berbekas, bahkan dokumen penting pun lenyap tanpa jejak,” ucapnya dengan suara bergetar.
Yang lebih menyakitkan hati, menurut emak, adalah sikap selektif yang terlihat jelas dalam operasi ini. “Ada bangunan dekat Gedung Kreatif Center yang katanya milik oknum Dispora bernama J – kok tidak dibongkar? Rakyat kecil saja jadi target utama, tapi mereka yang punya ‘beking’ dibiarkan saja. Dimana keadilan di sini?!” serangnya penuh kemarahan.
Forum Mahasiswa Bekasi mengangkat bicara keras, menuduh aksi tersebut sebagai bentuk kekerasan yang tidak manusiawi dan melanggar prinsip keadilan yang seharusnya menjadi landasan pemerintahan. Terlebih, Camat Bekasi Timur Arie Halimatussadiyyah yang baru menjabat kini disebut-sebut sebagai “Ratu Bongkar” karena sering melakukan pembongkaran tanpa solusi jelas dan tanpa mau melakukan dialog dengan para pemilik warung.
“Hidup rakyat kecil bukan sekadar objek untuk dibongkar sesuka hati! Camat yang jadi ‘Ratu Bongkar’ harus ingat – doa orang yang teraniaya tidak pernah sia-sia di sisi Allah SWT. Pembongkaran tanpa rasa kemanusiaan adalah kezhaliman yang tidak bisa dibenarkan!” tegaskan Hidayat dari Forum Mahasiswa Bekasi.
Ia juga mengirimkan seruan tajam kepada Wali Kota Bekasi untuk segera turun tangan: “Evaluasilah total penggusuran di Bekasi Timur! Jangan sampai hanya rakyat kecil yang dirugikan, sedangkan mereka yang punya hubungan atau kedudukan bisa berlindung di balik kekuasaan. Lebaran adalah momen kebahagiaan, bukan momen penderitaan yang dibuat sendiri oleh pemerintah,” pungkasnya. (*)
