21 Hari Terendam Banjir, Warga RT 001 Muara Gembong Belum Dapat Bantuan Pemerintah

KABUPATEN BEKASI (INFO PUBLIK) – Tak kurang dari ratusan jiwa di dua RT di Desa Pantai Harapanjaya, Kabupaten Bekasi, menghadapi kesulitan hidup di tengah genangan banjir yang sudah berlangsung selama tiga minggu penuh. Ketinggian air bahkan terus meningkat hingga mencapai 1,5 meter saat ini.

Luapan Kali Ciherang yang berada di depan permukiman menjadi penyebab banjir yang menggenangi sekitar 300 rumah. Kondisi ini membuat semua aktivitas sehari-hari warga terhenti total.

Salah satu warga, Sukma dari RT 001/RW 011, mengungkapkan bahwa air belum menunjukkan tanda akan surut. “Sudah 21 hari kami tinggal di tengah air yang malah terus naik, debitnya juga semakin besar,” katanya saat dihubungi pada hari Rabu (28/1/2026).

Meskipun posko pengungsian telah disiapkan pemerintah setempat sekitar 500 meter dari lokasi terdampak, sebagian besar warga memilih tidak pindah. Alasannya, mereka tidak ingin meninggalkan hewan peliharaannya. “Kita lebih baik bertahan di rumah karena ada hewan yang harus dijaga. Beberapa dari kita tidur di atas balai, bahkan ada lansia yang terpaksa menggunakan kandang karena rumahnya sudah benar-benar terendam,” jelas Sukma.

Menurutnya, wilayah RT 001 belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat sejak banjir terjadi. Di posko pengungsian sendiri, dapur umum baru mulai beroperasi empat hingga lima hari terakhir, namun cakupannya belum merata ke semua warga. “Sampai saat ini, belum ada bantuan nasi bungkus atau sembako ke RT kami. Semua warga masih bergantung pada stok makanan yang ada sendiri,” ucapnya.

Kesehatan warga juga mulai terganggu akibat genangan air yang berkepanjangan. Banyak yang mengalami gatal-gatal dan terkena kutu air karena sering terpapar air banjir. “Banyak dari kita mengeluhkan kaki yang gatal karena kutu air. Kita sangat membutuhkan makanan dan obat-obatan, tapi hingga kini belum ada bantuan kesehatan yang datang,” tambah Sukma.

Distribusi bantuan menjadi sulit karena kondisi permukiman yang tidak terlalu padat dan rumah-rumah yang berjauhan satu sama lain. Namun, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah makanan, obat-obatan, serta perlengkapan untuk kebersihan dan mandi. “Kita berharap segera ada bantuan yang bisa sampai ke sini. Sudah sangat melelahkan bertahan hidup seperti ini selama 21 hari,” pinta Sukma.

Sampai berita ini dibuat, belum ada informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun Kecamatan Muara Gembong mengenai langkah penanganan banjir dan penyaluran bantuan untuk warga Desa Pantai Harapanjaya. (*/Sus)

Tinggalkan Balasan