KOTA BEKASI (INFO PUBLIK) – Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai rutinitas seremonial tahunan semata. Nilai-nilai luhur ini harus turun ke jalan, masuk ke lingkungan, dan dibuktikan lewat perbuatan nyata sehari-hari. Pesan tegas ini disampaikan Komandan Distrik Militer (Kasdim) 0507/Kota Bekasi, Letkol Inf Teddy Sofyan, S.Sos., dalam wawancaranya bersama awak media.
Menurut Teddy, mengamalkan Pancasila di tengah masyarakat sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Ia menunjuk tradisi gotong royong, ronda keamanan bersama (Siskamling), menjaga kebersihan lingkungan, serta mempererat kebersamaan antarwarga sebagai bukti paling nyata pengamalan dasar negara. Hal ini juga diperkuat melalui keberadaan Program Kampung Pancasila.
“Penerapannya sangat sederhana: lewat gotong royong, Siskamling, menjaga lingkungan, dan membangun kebersamaan. Semua itu sudah berjalan nyata di masyarakat, termasuk dalam Kampung Pancasila. Di sana kita hidupkan kembali semangat persatuan, kepedulian, dan kemandirian sosial,” tegas Teddy.
Baginya, Pancasila bukanlah teori di atas kertas yang kaku, melainkan perilaku yang memanusiakan sesama. “Intinya saling bantu, saling mengasihi, dan saling mendukung. Itulah wajah asli Pancasila yang sejati,” tambahnya.
Bina Karakter Pemuda Lewat Bela Negara
Khusus menyasar generasi muda sebagai penerus bangsa, Kasdim menegaskan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur. Melalui Program Bela Negara, Teddy menjamin nilai-nilai kebangsaan akan terus ditanamkan agar pemuda Kota Bekasi memiliki jati diri yang kokoh.
“Untuk anak-anak muda, kita punya Program Bela Negara. Di sana mereka dididik memahami nilai Pancasila, membakar semangat kebangsaan, dan menumbuhkan cinta tanah air yang mendalam. Mereka adalah aset kita, wajib kita bekali pemahaman yang kuat agar tidak tergerus zaman,” jelasnya.
Jangan Biarkan Pancasila Menjadi Asing
Di akhir pernyataannya, Teddy mengingatkan bahaya jika Pancasila perlahan menjauh dari kehidupan warga. Ia menekankan pentingnya pendidikan terus-menerus, baik secara formal maupun nonformal, agar Pancasila tetap eksis, membumi, dan tidak menjadi asing bagi generasi masa kini maupun mendatang.
“Pancasila harus tetap hidup dan membumi. Jangan sampai ia menjadi sesuatu yang asing bagi kita. Kita wajib terus menggaungkan bahwa inilah satu-satunya ideologi bangsa Indonesia. Teruslah mendidik dan mencintainya,” pungkas Letkol Inf Teddy Sofyan dengan tegas.
Peringatan tahun ini kembali menegaskan satu kebenaran: kekuatan bangsa tidak terletak pada kata-kata, melainkan pada persatuan, semangat gotong royong, dan pengamalan nyata Pancasila dalam setiap langkah kehidupan kita. (*)
