Dari Hampir Tidak Ada Menjadi Lima: Ketua Peraboi Lampung Bangga Lampung Jadi Tuan Rumah Acara Nasional

BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) – Pekan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (Peraboi) untuk pertama kalinya digelar di Lampung bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan bukti nyata perjalanan panjang kemajuan pelayanan kesehatan di provinsi ini. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Peraboi Lampung, dr. Bintang Abadi Siregar, Sp.B(K)Onk.

Oplus_131072

Ia menjelaskan bahwa Peraboi telah berdiri selama 42 tahun sejak 1984, dan kesempatan menjadi tuan rumah baru kini terwujud karena keberadaan dokter spesialis bedah onkologi di Lampung baru dimulai sekitar 11 tahun yang lalu. Beliau sendiri merupakan dokter bedah onkologi kedua yang mengabdi di sini, dan saat ini jumlah tenaga ahli di bidang itu telah berkembang menjadi lima orang.

“Peraboi sendiri merupakan organisasi profesi yang telah berdiri selama 42 tahun sejak tahun 1984, dan untuk pertama kalinya saat ini Provinsi Lampung mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan tingkat nasional ini. Hal ini baru bisa terwujud karena dokter spesialis bedah onkologi di Lampung baru ada sekitar 11 tahun terakhir. Saya sendiri adalah dokter bedah onkologi kedua yang bertugas di sini, dan saat ini jumlah kami sudah berkembang menjadi lima orang,” ujarnya pada awak Media, di Novotel, Jumat (02/10/2026).

Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 368 peserta terdaftar yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, belum termasuk peserta yang mendaftar langsung di lokasi. Meski sudah berkembang pesat, dr. Bintang mengingatkan bahwa pemerataan pelayanan belum sepenuhnya tercapai. Dari lima dokter yang ada, empat bertugas di Bandar Lampung dan satu di Kota Metro, sementara daerah lainnya belum memiliki tenaga sejenis. Konsentrasi di dua kota besar ini sangat berkaitan erat dengan ketersediaan fasilitas medis penunjang yang belum tersebar merata.

“Saat ini, dari lima dokter bedah onkologi di Lampung, empat orang bertugas di Bandar Lampung dan satu orang lagi di Kota Metro. Terpusatnya tenaga ahli di kota-kota besar ini sangat berkaitan dengan ketersediaan fasilitas medis penunjang yang belum merata di daerah-daerah lainnya,” paparnya.

Oleh karena itu, meski bangga menjadi tuan rumah acara nasional, dr. Bintang menegaskan bahwa tugas mereka belum selesai. Kemajuan yang diraih belum terasa utuh sampai setiap warga di seluruh kabupaten dan kota di Lampung bisa mendapatkan pelayanan yang setara tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

“Kami sudah berkembang, tetapi tugas kami belum selesai sampai setiap warga di mana pun tinggalnya bisa merasakan manfaatnya. Kemajuan ini harus terus didorong agar pelayanan dapat merata bagi semua,” tegasnya.

Peraboi yang telah berusia 42 tahun kini menaruh harapan besar dari Lampung: bahwa perjalanan dari keterbatasan menuju kemajuan ini dapat menjadi teladan bagi daerah lain di seluruh Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan