LAMPUNG TENGAH (INFO PUBLIK) – Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI menggelar kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024. bertempat di SMA Negeri 1 Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis, 04 September 2024.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Punggur, Didi Nuryadi, M. Pd dan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dan materi oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Itet Tridjajati Sumarijnto, M.B.A yang dilakukan secara daring melalui zoom meeting.
Dalam materinya, Itet menyampaikan motivasi kepada siswa/i melalui kisah perjuangannya mulai dari di bangku sekolah hingga pada saat ini duduk di Komisi IX DPR RI, berkat ketekunannya di bangku sekolah, Itet mendapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Itet berharap siswa/i dapat menarik manfaat dari pengalaman yang sudah disampaikan, sehingga dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga terhadap bangsa dan negara.
“tingkatkan terus pemahaman dan pengetahuan serta kemampuan, terus belajar baik di sekolah maupun dengan mengikuti Generasi Berencana dan ambil manfaatnya, sehingga dapat meraih cita cita yang diharapkan”, ungkapnya.
Selanjutnya, mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Ketua Tim Kerja ZI-WBK/WBBM dan SPIP, Hermina, S.H., M.H mengajak agar siswa/i SMA Negeri 1 Punggur menjadi agen perubahan melalui Generasi Berencana (GenRe).
Beliau menjelaskan bahwa dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini, BKKBN mengembangkan Program GenRe yaitu program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. Pada kesempatan tersebut ia juga turut mengajak ratusan mahasiswa untuk mempraktekan salam GenRe.
“Salam GenRe itu ada maknanya yaitu mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Usia Anak, Seks Pra Nikah dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.” jelas Hermina.
Kemudian ia juga menekankan pentingnya meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana menjaga asupan gizi dan nutrisi bagi remaja guna mencegah anemia dan stunting. (*)
