Wamen Isyana kunjungi keluarga berisiko stunting di Lampung Tengah

 

Lampung Tengah – Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Isyana Bagoes Oka berkesempatan mengunjungi keluarga berisiko stunting (KRS) di Kecamatan Seputih Banyak, Jumat (20/12/2024).

Dengan 13 desa yang ada di Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah jumlah kepala keluarga yang ada di kecamatan itu ada 14.362 kepala keluarga dan total penduduk 46.864 orang.

Dan di sana masih terdapat balita berisiko stunting, dan ibu hamil berisiko stunting salah satunya di Kampung Sanggar Buana dengan jumlah balita berisiko stunting sebanyak 25 orang, dan ibu hamil berisiko tunting sebanyak 24 orang.

Dan salah satu keluarga berisiko stunting yang berkesempatan dikunjungi oleh Wamen Isyana pada Jumat malam, sekaligus mendapatkan paket bantuan berupa bahan makanan dan protein yaitu bayi I Gede Febian (22 bulan) dengan permasalahan tumbuh kembang yaitu tubuh terlalu pendek 72,6 centimeter serta berat kurang yaitu 7,5 kilogram.

Kemudian Wamen isyana juga berkesempatan mengunjungi serta menyapa ibu hamil penderita gangguan kejiwaan, serta ibu hamil usia 22 minggu dengan lingkar lengan atas (Lila) 22,5 centimeter dan kadar hemoglobin (Hb) 11,5 gram per desiliter, yang keduanya merupakan ibu hamil yang rawan stunting.

“Pengentasan stuting adalah tugas kita bersama, dan dari rangkaian kunjungan hari ini di Kabupaten Lampung Tengah ditemukan masih ada bayi di bawah dua tahun yang sudah berusia 22 bulan tetapi beratnya di bawah delapan kilogram ini yang terus kami coba dampingi,” ujar Isyana Bagoes Oka.

Menurut dia, langkah-langkah intervensi kepada anak dan ibu hamil sejak 1.000 hari pertama kehidupan menjadi hal peting yang harus terus dilakukan guna membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

“Anak-anak dan ibu hamil harus diberikan makanan bergizi sejak dini, dan terus dipantau perkembangan kesehatannya. Dan untuk anak-anak yang memiliki berat badan kurang dari standar yang ditentukan akan terus dipantau dan dilakukan upaya penanganan agar merek bisa kembali sehat,” ujarnya.

Dalam kunjungannya Jumat malam, Wamen Isyana juga berkesempatan berdialog dengan masyarakat dan remaja GenRe mengenai intensifikasi integrasi pelaksanaan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Sesuai dengan misi Asta Cita nomor empat Presiden dan Wakil Presiden, dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk Indonesia Emas 2045. Maka semua harus memastikan angka stunting berkurang,” ujar Isyana Bagoes Oka.

Untuk memastikan sumber daya manusia berkualitas dengan mengurangi kasus stunting pada anak telah dilaksanakan program gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting).

“Dari awal Desember gerakan Genting diluncurkan sudah dilakukan berbagai kunjungan lapangan. Sebab kami ingin memastikan secara langsung ini bisa berjalan dengan baik di lapangan dengan tidak terlalu banyak melakukan seminar serta diskusi saja, sehingga menjadikan ini hanya acara seremonial sesuai arahan Presiden,” katanya.

Dan ia pun mengajak seluruh pihak untuk aktif berkontribusi dalam mengentaskan stunting di berbagai daerah salah satunya di Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir mendampingi yakni Kepala BKKBN Provinsi Lampung dr. Nurizky Permanajati, M.H., Kepala Dinas OPD KB Kabupaten Lampung Tengah, I Nyoman Gunadiyasa Putra, S.P., M.M serta Forkopimda Kabupaten Lampung Tengah, Kasiter Korem 043 Gatam dan beberapa mitra seperti Baznas Lampung Tengah dan Kimia Farma. (*)

Tinggalkan Balasan