Menko Pangan Zulkifli Hasan: KDKMP Ubah Wajah Desa Lengkapi Infrastruktur & Perbaiki Bantuan Tak Lagi Salah Sasaran

BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan hanya soal penguatan ekonomi, melainkan membawa perubahan total wajah pedesaan serta tata kelola kesejahteraan yang jauh lebih adil dan transparan. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan dalam Seminar Nasional KDKMP yang berlangsung di Gedung Semergou, Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Zulkifli menyoroti dampak nyata yang sudah terlihat beroperasi di lapangan: desa tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat bertani atau pemasok bahan mentah, melainkan tumbuh menjadi wilayah mandiri dengan fasilitas lengkap yang dikembangkan berbasis koperasi.

“Di kampung yang sudah berjalan, kami bangun klinik, posyandu, pabrik es, hingga SPBU. Desa menjadi lengkap, tidak tertinggal dari kota,” ungkapnya.

Lebih tajam lagi, ia menyingkap perbaikan mendasar pada sistem distribusi yang selama ini menjadi masalah krusial. Menurutnya, KDKMP menjadi solusi utama agar penyaluran bantuan sosial dan perputaran ekonomi di tingkat akar rumput tidak lagi salah sasaran.

“Dulu diketahui 70 persen bantuan sering meleset atau justru dinikmati pihak yang tidak berhak. Kini berubah total: 70 persen bantuan benar-benar sampai ke tangan warga desa yang membutuhkan, pejabat tidak ikut menikmati, dana berkumpul dan berputar di desa untuk kemajuan bersama,” tegas Zulkifli.

Ia menambahkan, keberadaan KDKMP menjamin setiap rupiah hasil kekayaan alam dan potensi wilayah terkelola dengan baik di tempat, tercatat secara transparan, dan memberikan manfaat nyata baik bagi pembangunan fisik wilayah maupun peningkatan kesejahteraan langsung warga.

“Koperasi ini memastikan desa tidak hanya menjadi penyangga bahan baku murah, tapi berubah menjadi pusat layanan dan ekonomi yang mandiri. Tidak ada lagi aliran uang yang hilang ke kota, tapi diinvestasikan kembali menjadi fasilitas dan kehidupan yang layak di kampung sendiri,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik peran strategis koperasi ini guna memutus pola aliran ekonomi yang merugikan desa. Ia menegaskan bahwa saat ini terjadi ketimpangan mencolok: “70 persen perputaran uang desa mengalir ke kota, hanya 30 persen yang bertahan, padahal 70 persen penduduk tinggal di wilayah pedesaan.” katanya.

Oleh sebab itu, Gubernur Mirza mendorong integrasi penuh melalui program unggulan Desaku Maju agar KDKMP mampu menggerakkan hilirisasi komoditas lokal seperti singkong, padi, dan jagung menjadi produk bernilai tambah tinggi langsung di desa. Ia menekankan pentingnya posisi Lampung yang kini berada di peringkat ke-4 nasional dan teratas di luar Jawa dalam pembentukan koperasi ini, didukung sepenuhnya oleh Forkopimda.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa pelaksanaan program ini telah memasuki tahap konkret. Secara nasional, lebih dari 35.000 unit gudang dan gerai sedang disiapkan, diverifikasi, dan akan segera beroperasi. Langkah ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia dari desa, sekaligus menghubungkan KDKMP dengan berbagai program strategis seperti Desa Ekspor, Desa Wisata, hingga penguatan BUMDes dan UMKM.

“Kami ingin agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini kita kawal bersama-sama. Kekuatan desa harus dioptimalkan untuk mengurangi kemiskinan dan mewujudkan pemerataan kesejahteraan yang nyata dari bawah,” ujar Yandri. (Sus)

Tinggalkan Balasan