BKKBN Lampung dan Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Stunting di SMK Waskita Bekri

LAMPUNG TENGAH (PIKIRAN LAMPUNG) – Komisi IX DPR RI dan Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung menggelar Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024 di SMK Waskita Bekri, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis 05 September 2024.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMK Waskita Bekri, Indah Mukti Rahayu, S.Pd dan diikuti oleh 350 orang peserta terdiri dari siswa/siswi, jajaran Guru Sekolah SMK Waskita Bekri, Penyuluh Keluarga Berencana dan perangkat daerah setempat serta melibatkan semua unsur mulai dari pemerintah daerah setempat, tokoh agama, tokoh adat serta mitra kerja terkait sebagai upaya mensosialisasikan Program Bangga Kencana kepada Masyarakat

Mewakili Anggota Komisi IX DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto, Staff Tenaga Ahli, Markus Suryadi Parsege, MIP menjelaskan pentingnya mencerdaskan anak sejak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun. Menurutnya, pemberian gizi harus dioptimalkan agar anak cerdas optimal dan terhindar dari stunting. Kualitas Sumber Daya Manusia yang bagus, ditentukan dari asupan gizi sejak kecil.

“Asupan ASI eksklusif hingga usia bayi 6 bulan. Kemudian sempurnakan hingga umur 24 bulan. Utamanya 80 % adalah sebelum 2 tahun. Setelah umur dua tahun, asupan tetap harus diberikan. Namun pertumbuhan akan lebih baik jika asupan gizi dan ASI dioptimalkan sebelum usia dua tahun,” ujar Markus.

Kemudian, ia juga menyebut cara lain mencegah stunting yakni menghindarkan bayi dari asap rokok. Bayi masih dalam masa pertumbuhan, sehingga sangat perlu terhindar dari rokok sejak masih dalam kandungan.

Selain itu, Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga Advokasi, dan KIE Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Intan Anisa Fitri, S.Sos menyampaikan Saat ini, BKKBN tidak lagi berjuang mengendalikan jumlah penduduk, namun lebih pada meningkatan kualitas penduduk.

Pencegahan stunting menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk. Sehingga pada tahun 2045 mendatang, Indonesia memiliki generasi yang berkualitas.

Stunting bukanlah suatu penyakit, melainkan akibat dari kekurangan gizi kronis dan infeksi berkepanjangan. Seperti kanker, stunting juga memiliki stadium atau tahapan.

“Stadium satu itu ketika berat badan tidak naik. Datang ke faskes terdekat, nanti dicek, kalau tidak ada penyakit akan diintervensi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) selama 2-6 minggu, nanti dicek lagi,” ungkapnya.

“Stadium dua itu ketika berat badan justru turun. Stadium tiga itu ketika perkembangan di bawah standar. Untuk stadium I, II, III itu intervensinya sama. Stadium IV itu bukan beratnya lagi tapi gizinya. Kalau kurang gizi, intervensinya 4-8 minggu. Nah untuk stadium V itu masuk gizi buruk, dan harus mendapat perwatan,” tutur beliau.

Jika sudah terlanjur stunting, maka tidak bisa tertolong. Untuk itu, upaya pencegahan stunting memang sangat diperlukan. Mulai dari menjaga kesehatan para remaja, hingga memastikan 1000 hari kehidupan berjalan baik.

Kemudian, pada kesempatan selanjutnya, turut disampaikan juga beberapa materi Oleh Penata Ahli Keluarga Berencana Dinas P3AP2KB Kab. Lampung Tengah, Ratoyo,SKM, MM. serta siskusi tanya jawab dan pemberian doorprize. (*)

Tinggalkan Balasan