LAMPUNG TIMUR (INFO PUBLIK) – Masalah klasik peternak di Lampung Timur kini terjawab sekaligus: modal terjangkau, tak takut rugi, dan hasil pasti dibeli. OJK bersama Pemkab Lampung Timur meluncurkan skema baru lewat Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) yang memutus rantai ketergantungan pada pinjaman ilegal dan rentenir.
Selama ini potensi wilayah sebagai lumbung ternak sering terhambat dua hal: tak punya modal dan takut hasil tak laku. Lewat skema ekosistem tertutup, OJK menghubungkan tiga pihak kunci: PT BPRS Lampung Timur sebagai penyedia dana, PT GGL sebagai pendamping teknis sekaligus penampung hasil, dan pemerintah daerah sebagai pendukung kebijakan.
Bunga Hanya 4% & Pasar Dijamin
Kredit yang ditawarkan sangat ringan dengan bunga kompetitif hanya 4% saja. Pada tahap awal disiapkan dana minimal Rp1 miliar untuk 10 peternak, masing-masing bisa meminjam Rp100–200 juta guna mengembangkan sekitar 50 ekor sapi.
Kepastian pasar yang dipegang PT GGL membuat risiko usaha dan risiko kredit turun drastis. Peternak tidak lagi bingung mencari pembeli, dan bisa fokus sepenuhnya mengurus ternak.
Didampingi Mulai Bibit Sampai Panen
Bukan sekadar uang yang diberikan, peternak akan didampingi penuh: mulai memilih bibit unggul, meracik pakan bergizi, menjaga kesehatan hewan, hingga tata kelola kandang. Tujuannya mengubah cara beternak tradisional menjadi usaha yang produktif dan modern.
Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy berharap peternak memanfaatkan kesempatan ini dengan bertanggung jawab dan disiplin membayar angsur, agar riwayat kredit tetap baik dan bisa terus berkembang.
Model ini nantinya akan dijadikan contoh untuk komoditas lain di seluruh Lampung, guna memperkuat swasembada daging dan menggerakkan ekonomi warga secara nyata. (*)
