ADUJAK 2026, Kepala BKKBN Lampung: GenRe Agen Perubahan, Penjaga Masa Depan Remaja

BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) – Di hadapan ratusan remaja, pembina, dan tamu undangan di Navara City Park, Minggu (13/09/2026), Kepala BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan mendalam: keberhasilan Generasi Berencana tidak diukur dari megahnya acara, melainkan seberapa dalam nilai-nilai positif ini tertanam di kehidupan setiap remaja.

Acara Apresiasi Duta GenRe sekaligus Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (ADUJAK GenRe) Provinsi Lampung ini dihadiri Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Lampung drg. Hellen Veranica Mulyadi, M.Kes., Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Dra. Evie Fatmawati, M.Si., Sekretaris Dinas PPPA Ibu F. Sylvita Mery, S.E., M.M., para kepala OPD KB kabupaten/kota, pimpinan institusi pendidikan, dewan juri, serta seluruh finalis dan pengurus Forum GenRe.

Tanpa Anggaran, Semangat Tak Pernah Pudar

Ketua Forum GenRe Indonesia Provinsi Lampung, Kabinet Agrapana Periode 2026–2027, Muhammad Iqbal Az-Zahir, membuka acara dengan rasa syukur yang mendalam.

“Terima kasih karena selalu menempatkan Ayah, Bunda, dan teman-teman untuk menjadi GenRenger yang mengabdikan diri untuk bermanfaat, berdampak, dan berbuat baik, terkhusus untuk teman-teman sebaya,” ujar Iqbal.

Ia mengakui di tengah efisiensi anggaran, mimpi tampak berat diwujudkan. Namun hari ini membuktikan sebaliknya. “Kami tidak pernah berhenti bermimpi dan bertekad melangkah. Hari ini adalah bukti nyata perjalanan kami. Terima kasih kepada para sponsor dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya acara ini,” katanya.

Iqbal berharap ke depan Forum GenRe Lampung dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk senantiasa berbuat baik.

“Semoga ke depan GenRe Lampung bisa bersinergi untuk senantiasa berbuat baik,” harapnya.

Kepala BKKBN Lampung Soetriningsih pun memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh pengurus. Menurutnya, kreativitas tanpa batas yang ditunjukkan para pemuda mampu melahirkan kegiatan yang berjalan megah tanpa dana APBN maupun APBD.

“Saya sangat berbangga hati melihat semangat kalian. Kreativitas tanpa batas inilah yang membuat acara ini bisa terselenggara begitu indahnya,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi langkah para pemuda yang memilih bergabung di Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) dan Forum GenRe , tempat di mana mereka tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menjauhi pengaruh buruk zaman.

Menjadi Agen Perubahan, Bukan Sekadar Gelar

Kepada para finalis Duta GenRe, Soetriningsih menegaskan makna amanah yang mereka pikul. “Kalian bukan hanya sekadar duta, kalian adalah agen perubahan. Tugas kalian menjadi komunikator, motivator, sekaligus teladan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Ia mengingatkan tiga ancaman besar yang harus dijauhi: pernikahan dini, seks pranikah, dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAFZA). Tantangan zaman begitu berat  media sosial terbuka lebar, informasi baik dan buruk mengalir tanpa henti. Karena itu, berada di lingkungan yang positif, seperti PIK R dan GenRe, adalah langkah tepat agar langkah masa depan tetap pada jalurnya.

Kepada peserta Jambore Kreativitas, Soetriningsih memuji ide-ide cemerlang yang ditampilkan. “Karya-karya kalian membuktikan: remaja punya solusi, punya gagasan, dan punya kemampuan menciptakan perubahan,” katanya.

Masa Depan Ditentukan Langkah Hari Ini

Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Lampung, drg. Hellen Veranica Mulyadi, yang mewakili Kerua TP PKK Provinsi Lampung menyampaikan bahwa membangun bangsa tidak cukup hanya dengan infrastruktur dan kemajuan ekonomi. Manusia yang berkualitaslah yang akan melanjutkan pembangunan tersebut.

“Remaja hari ini adalah pemimpin, orang tua, dan penggerak masa depan. Pilihan yang kalian ambil sekarang menentukan kualitas keluarga dan masyarakat Lampung di masa datang,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh pihak yakni keluarga, sekolah, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan untuk bersinergi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuhnya generasi muda yang berkualitas. “Pastikan remaja Lampung tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek dan mitra pembangunan,” tegasnya.

“Jadilah remaja yang berani berkata tidak pada hal-hal yang merusak masa depan. Gunakan media sosial untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan kebaikan. Dan yang terpenting — rencanakan masa depanmu mulai hari ini,” pesan drg. Hellen.

Nilai GenRe Harus Hidup, Bukan Hanya di Acara

Soetriningsih menambahkan, semangat ini tidak boleh berhenti saat acara ditutup. “Jangan berhenti ketika kompetisi berakhir. Bawalah semangat ini ke lingkungan kalian. Rencanakan pendidikan, rencanakan karir, jaga kesehatan, bangun pertemanan yang positif, dan persiapkan kehidupan berkeluarga dengan matang,” pesannya.

Ia menegaskan, keberhasilan GenRe tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan seberapa jauh nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari setiap remaja.

Dua Nama Terpilih, Misi Baru Dimulai

Di akhir acara, Soetriningsih secara resmi mengukuhkan Duta GenRe Provinsi Lampung 2026:

– Juara 1 Putra: Dinal Azmi — PIK R Raya Universitas Lampung

– Juara 1 Putri: Shofa Farhatun N. — PIK R Sahabat, UIN Raden Intan Lampung

Kepada keduanya dan seluruh peserta, Soetriningsih menutup dengan harapan: “Teruslah berkarya, teruslah menginspirasi, dan jadilah generasi berencana yang membanggakan Lampung dan Indonesia.” (*)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan