PESAWARAN (INFO PUBLIK) – Ekosistem pesisir Cukunyinyi, Kabupaten Pesawaran, kini memiliki fondasi pengelolaan berbasis data ilmiah berkat kolaborasi internasional yang diinisiasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Bersama Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia, tim multidisiplin ITERA menyelenggarakan pengabdian masyarakat bertajuk Smart Mangrove Management pada 6 Juli 2026, menggabungkan teknologi modern, pelestarian alam, dan peningkatan ekonomi warga.
Kegiatan ini merupakan sinergi tiga jurusan di ITERA: Teknik Geomatika, Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu, serta Perencanaan Wilayah dan Kota, sekaligus bagian dari rangkaian program internasional COSTROP-ID 2026.
Tim tak hanya berbagi teori, namun langsung turun ke lapangan bersama warga. Menggunakan teknologi GNSS dan analisis citra satelit, mereka memetakan kondisi riil hutan bakau di kawasan tersebut—mengatasi kendala selama ini minimnya data spasial yang akurat.
“Kolaborasi ini kami rancang tak sekadar menjaga lingkungan, tapi juga memberdayakan warga. Pemetaan presisi menjadi dasar tata kelola air pesisir, sekaligus kami susun rencana ekowisata yang menyeimbangkan konservasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ujar Ketua Tim, Ratna Mustika Sari, S.T., M.T.
Hasil kegiatan meliputi peta resmi kawasan mangrove sebagai acuan pemerintah daerah dan warga, peningkatan pemahaman masyarakat tentang fungsi pelindung mangrove dari abrasi, hingga rekomendasi pengembangan wisata alam yang bertanggung jawab.
Sebagai penutup, tim akademisi, mahasiswa, dan warga setempat bahu-membahu menanam bibit mangrove—aksi nyata memperkuat benteng alami pesisir Lampung sekaligus mempererat jejaring kerja sama lintas negara untuk kelestarian lingkungan tropis. (*)
