BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) — Rangkaian kegiatan BAZNAS Strategic Development se-Provinsi Lampung di Hotel Emersia, Jumat (18/9/2026), ditandai momen bersejarah: peluncuran resmi sejumlah program unggulan BAZNAS yang menyasar jangkauan sampai ke tingkat desa, sekaligus peringatan satu tahun Gerakan Sadar Zakat di Lampung.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang membuka acara menegaskan, langkah ini bukan sekadar peresmian, melainkan bukti nyata zakat hadir lebih dekat, transparan, dan memberi dampak langsung.
“Kami meluncurkan ini agar zakat tidak hanya dikelola di tingkat pusat, tetapi hidup di desa, dikelola warga desa, dan dirasakan manfaatnya oleh warga desa. UPZ Desa menjadi garda terdepan — membangun kesadaran, memetakan data, hingga melayani masyarakat tanpa harus jauh-jauh ke kota,” ujar Gubernur.
Berikut program yang secara resmi diluncurkan:
– Digitalisasi UPZ Desa — pengelolaan zakat berbasis sistem daring agar data akurat, transparan, dan dapat dipantau
– Beasiswa Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an — mendukung generasi Qur’ani dari setiap desa di Lampung
– Infak Pendidikan — penyaluran langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung
– Zakat Berbasis Data — memastikan setiap bantuan tepat sasaran melalui pendataan yang cermat
Kerja sama strategis juga ditandatangani:
– PKS Program Bedah Rumah bersama Kodam XXI/Raden Intan
– Penyerahan Surat Keputusan pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) baru
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyambut baik peluncuran ini sebagai bagian dari Asta Strategi BAZNAS 2026–2031. “Digitalisasi dan perluasan jaringan sampai ke desa adalah kunci. Zakat harus dikelola amanah, transparan, dan dampaknya terasa nyata oleh masyarakat,” tegasnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain melaporkan, kepercayaan masyarakat terus tumbuh pesat. Sebelum adanya Surat Edaran Gubernur Juli 2025, penghimpunan zakat tercatat sekitar Rp70 juta kini melonjak mencapai sekitar Rp1 miliar. Kepercayaan ini dijaga dengan catatan bersih: opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diraih delapan kali berturut-turut.
“Peluncuran hari ini menjadi bukti: zakat yang dikelola profesional, transparan, dan dekat dengan rakyat akan tumbuh besar dan memberi manfaat luas. Kami tidak hanya mengumpulkan dana, kami membangun kemandirian,” ucap Iskandar.
Gubernur menutup dengan pesan agar seluruh amil menjadi sahabat umat. “Masyarakat membawa harapan ke sini. Jadilah tempat mereka mencari solusi, bukan sekadar menerima berkas. Tujuan zakat adalah melahirkan kemandirian agar mustahik kelak menjadi muzaki,” pungkasnya. (*)
