BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) – Sebuah gebrakan besar bakal mengguncang tatanan penerimaan siswa baru di Provinsi Lampung. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung secara resmi akan mengajukan permohonan ke pemerintah pusat untuk merombak total sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Intinya: Jalur Domisili dicabut total! Ke depannya, seleksi hanya akan dibuka melalui 3 jalur saja, yaitu Prestasi, Afirmasi, dan Mutasi.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menegaskan langkah ini sebagai revolusi pendidikan agar tidak ada lagi anak yang “beruntung” hanya karena rumahnya dekat sekolah, dan tidak ada lagi yang “tertinggal” hanya karena jarak tempat tinggal.
“Kami akan kirim surat resmi ke pusat. Kami minta jalur domisili dihapus sama sekali. Nanti yang berlaku cuma 3 jalur: Prestasi, Afirmasi, dan Mutasi. Jalur Prestasi kami buat paling besar kuotanya, mencapai 65 persen. Artinya, hampir seluruh kursi sekolah negeri diperebutkan lewat kemampuan, bukan alamat rumah,” tegas Thomas dengan nada tegas, Selasa (19/5/2026).
SIAPAPUN BISA DAFTAR, YANG TERBAIK YANG LOLOS
Usulan ini mematikan sistem lama yang sangat mengandalkan jarak tempat tinggal. Nanti, tidak ada lagi istilah “zona dekat” atau “zona jauh”. Siswa dari ujung kabupaten manapun punya hak sama besar mendaftar ke sekolah unggulan di mana saja.
“Prinsipnya: Semua boleh daftar, semua boleh tes. Yang nilai terbaik, yang berprestasi, itulah yang kita terima. Kami ingin mengubah pola pikir orang tua dan siswa. Kalau mau sekolah bagus? Harus belajar dari kelas 1 SMP sampai lulus. Harus rajin baca buku, harus punya nilai rapor bagus, harus punya prestasi. Jangan harap bisa lolos cuma karena rumahnya lewat jalan depan sekolah,” ujarnya.
TAHUN INI SAJA SUDAH DIUBAH: DOMISILI CUMA SYARAT, BUKAN PENENTU!
Meski penghapusan total masih menunggu keputusan pusat, untuk SPMB tahun 2026 ini perubahannya sudah terasa tajam. Jalur Domisili masih ada, tapi fungsinya dilucuti habis. Domisili hanya jadi syarat administrasi masuk, tapi sama sekali tidak menentukan kelulusan.
Baik pendaftar jalur Prestasi maupun Domisili, semuanya wajib mengikuti tes berbasis komputer (CAT). Kelulusan murni diambil dari gabungan nilai SKL dan hasil tes. Soal ujian pun dijaga kerahasiaannya luar biasa ketat.
“Bahkan saya selaku Kepala Dinas saja tidak tahu isi soalnya, tidak tahu berapa paket soalnya. Cuma satu orang yang tahu, dan kami kunci mati. Ini bukti kami musnahkan peluang kecurangan. Tidak ada titipan, tidak ada jastip, tidak ada permainan nilai. Siapa yang coba-coba main kotor? Kami coret, kami diskualifikasi, kami beri sanksi tegas!” tegasnya.
GRATIS 100%: JANGAN ADA YANG MANFAATKAN
Ia kembali menegaskan biaya pendaftaran nol rupiah alias gratis. Ia meminta masyarakat waspada dan aktif mengawasi. Jika ada oknum sekolah atau pihak yang mencoba meloloskan siswa tidak memenuhi syarat, lapor langsung ke posko Disdikbud. Tindakan akan diambil seketika.
Pesan keras juga disampaikan untuk para calon siswa. Lupakan cara instan, fokuslah belajar Bahasa Indonesia dan Matematika.
“Ini demi masa depan anak-anak Lampung. Kami ingin SDM kita unggul, berkompeten, dan bermental juara. Jangan hancurkan proses ini dengan kecurangan. Mari kita bangun pendidikan Lampung dari nol, dengan prestasi sebagai rajanya,” pungkas Thomas Amirico. (Red(
