BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) – Niat melunasi utang justru berujung kerugian dan kekecewaan. Seorang nasabah terpaksa membayar jumlah lebih besar dari kesepakatan awal setelah angka pelunasan di kantor Adira Finance Bandar Lampung berubah-ubah secara sepihak dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Nasabah HD datang pada Rabu (23/9/2026). Petugas Rendy memberikan angka Rp18.172.000. Karena belum mencukupi, pembayaran ditunda ke Kamis (24/9/2026). Namun keesokan harinya, petugas Ayunda menyebutkan Rp18.367.000, naik hampir Rp200.000 dalam hitungan jam dan belum berganti bulan.
Setelah dikonfirmasi kepada Rendy, angka kembali berubah menjadi Rp18.193.000 dengan alasan bunga berjalan. Nasabah menyetujui dan membayar, namun setelah menunggu lebih dari satu jam, nominal ternyata berubah lagi. Akhirnya, nasabah terpaksa membayar sebesar Rp18.372.000, jauh lebih tinggi dari kesepakatan awal.
“Kan sudah saya bayar ke kasir secara lunas. Kok bisa angka berubah lagi?” tanya nasabah menegaskan keberatannya.
Kalimat tidak langsung: Nasabah mempertanyakan keabsahan perubahan nilai pelunasan yang sudah disepakati dan dibayarkan, serta meminta agar hal tersebut dilaporkan kepada pimpinan atau Kepala Cabang.
Pelayanan yang berbelit-belit ini terlihat semakin mencurigakan apabila dibandingkan dengan perkiraan yang diberikan petugas lain bernama Ayu Timi, yang menyebutkan pelunasan per 30 September 2026 berkisar Rp18.724.000 — lebih rendah dari angka yang dipaksakan setelah proses berbelit tersebut.
Nasabah menilai hal ini terkesan mengutamakan keuntungan sepihak. Jika dibiarkan, bukan mustahil kepercayaan ratusan konsumen lain akan hilang.
Secara tidak langsung, ia mengimbau manajemen Adira Finance meninjau ulang prosedur penetapan nilai pelunasan agar lebih transparan, konsisten, dan tidak merugikan nasabah yang berniat menyelesaikan kewajibannya dengan baik. (*)
