BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) -Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Lampung 2026 yang berlangsung di Hotel Horison, Bandar Lampung, Jumat (6/11/2026), bukan sekadar pertemuan organisasi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi wadah lahirnya gagasan strategis dari para intelektual daerah untuk mengangkat potensi besar Lampung dari sekadar lumbung pangan nasional, menjadi lumbung energi berbasis bioetanol.
Lampung dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia, dengan produksi singkong yang menempati peringkat kedua nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk samping dari pengolahan singkong dapat diolah menjadi bioetanol, sumber energi terbarukan yang kini menjadi prioritas utama pemerintah pusat.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri telah meluncurkan Bioethanol Development Center di Terbanggi Besar pada September 2026 lalu, sebagai langkah nyata membangun ekosistem bioetanol dari hulu ke hilir. Gubernur Lampung melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, menyambut baik tema konferda kali ini.
“Kita tidak boleh lagi hanya menjual hasil tani dalam bentuk mentah. Nilai tambahnya harus tinggal di Lampung. Tema ‘Dari Lumbung Pangan Menjadi Lumbung Energi’ sangat sejalan dengan arah kebijakan kita. Kami membutuhkan dukungan riset, kajian kritis, dan pendampingan dari para intelektual di PIKI agar langkah ini berjalan tepat sasaran dan bermanfaat bagi petani di seluruh daerah,” ujar pesan Gubernur.
Sementara, Sekjen DPP PIKI, Drs. Benyamin Potondok, M.M., menegaskan bahwa konferda ini adalah bukti kehadiran PIKI sebagai rumah bersama bagi sepuluh elemen masyarakat: akademisi, rohaniawan, pengusaha, birokrat, legislatif, profesional, olahragawan, seniman, LSM, dan purnawirawan.
“PIKI bukan organisasi politik. Kami adalah mitra strategis pemerintah yang berpikir kritis namun konstruktif. Konferda ini adalah ruang kita menyatukan potensi, menyusun gagasan yang tidak hanya berhenti di seminar, tetapi benar-benar dapat dijalankan di lapangan. Lampung punya segalanya, tinggal kita menyatukan langkah,” ujarnya.
Ketua DPD PIKI Lampung, Prof. Ir. Darwin Pangaribuan, M.Sc., Ph.D., juga menambahkan bahwa konferda ini menjadi momen penting untuk memperkuat konsolidasi pemikiran antar-anggota di seluruh kabupaten dan kota.
“Konferda adalah tempat kita menyepakati arah bersama. Semoga dari sini lahir rekomendasi-rekomendasi konkret yang dapat langsung diserahkan kepada pemerintah daerah untuk mewujudkan Lampung yang lebih sejahtera,” katanya.
Usai pembukaan Konferda, Ketua Panitia, Dr. Bontor Sitio, S.P., MBA, menjelaskan inti kegiatan konferda hari ini.
“Fokus utama kita hari ini adalah diskusi publik yang mendalam: bagaimana potensi singkong Lampung yang melimpah dapat dioptimalkan untuk pengembangan bioetanol. Kita ingin menyusun usulan-usulan konkret yang nantinya dapat disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung, sehingga potensi besar ini bisa segera dimanfaatkan untuk ketahanan energi daerah maupun nasional. Semoga diskusi ini menghasilkan gagasan yang bermanfaat dan dapat segera diwujudkan,” ujarnya pada awak media. (Red)
