BEKASI (INFO PUBLIK) – Kabar baik bagi dunia transportasi di Kota Bekasi. Meski layanan uji kelayakan kendaraan bermotor (KIR) saat ini sedang mengalami jeda operasional sementara, hal tersebut merupakan bagian dari langkah besar menuju sistem pengujian yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi secara nasional.
Inovasi Teknologi RFID dan Fullcycle
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI tengah melakukan pemeliharaan sistem besar-besaran sejak Rabu (14/1/2026) untuk menyuntikkan teknologi terbaru: RFID (Radio Frequency Identification) dan sistem Fullcycle. Pembaruan ini dirancang untuk memastikan setiap kendaraan yang lulus uji memiliki data digital yang akurat dan sulit dipalsukan, meningkatkan standar keamanan di jalan raya.
“Ini adalah upaya peningkatan kualitas layanan. Dengan sistem baru ini, akurasi dan transparansi data pengujian kendaraan akan jauh lebih kuat,” ujar Kepala Bidang Prasarana Dishub Kota Bekasi, Soenaryo Utomo, Kamis (15/1/2026).
Jeda Singkat untuk Kenyamanan Jangka Panjang
Selama proses migrasi server pusat berlangsung hingga 16 Januari, Dishub Kota Bekasi berkomitmen untuk segera melakukan instalasi aplikasi terbaru dan uji coba sistem pada akhir pekan ini. Targetnya, pada Senin (19/1/2026), masyarakat Bekasi sudah bisa menikmati layanan KIR dengan sistem yang lebih canggih dan stabil.
Respon Positif Pelaku Usaha
Meski harus menjadwalkan ulang uji kendaraannya, beberapa pengusaha angkutan menyambut baik modernisasi ini.
“Tidak apa-apa menunggu beberapa hari kalau hasilnya sistem jadi lebih cepat dan tidak ada pungli karena semua sudah digital. Teknologi RFID ini sangat bagus untuk memastikan kendaraan kami memang benar-benar layak jalan secara resmi,” ungkap Heru (42), pemilik jasa logistik di Bekasi.
Imbauan bagi Masyarakat
Pihak Dishub telah memasang pengumuman di berbagai kanal media sosial dan lokasi pengujian agar warga tidak perlu datang ke lokasi selama masa transisi ini. “Kami pastikan sosialisasi telah sampai ke lapangan. Kami harap masyarakat bisa bersabar demi layanan yang lebih baik ke depannya,” pungkas Soenaryo.
Dengan rampungnya pemeliharaan ini, Kota Bekasi selangkah lebih maju dalam menerapkan standar transportasi cerdas (smart transportation) yang mengedepankan keamanan dan kemudahan birokrasi bagi seluruh pemilik kendaraan niaga. (*)
