Pekan Kebudayaan Daerah Lampung 2026, Generasi Muda dan Bahasa Lampung Jadi Kunci Pelestarian Identitas Daerah  

BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Provinsi Lampung yang baru saja berlangsung tidak hanya menjadi ajang perayaan seni dan budaya, tetapi juga memperkuat peran generasi muda sebagai pilar utama dalam menjaga warisan budaya daerah. Kegiatan yang berpusat di Taman Budaya Provinsi Lampung ini diharapkan dapat membuat generasi muda semakin bangga terhadap identitas budaya Lampung di tengah arus perkembangan zaman, Selasa (20/10/2026).

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansah, M.Si., menegaskan bahwa kesadaran dan keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan pelestarian budaya daerah. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan jati diri yang harus terus diperjuangkan bersama.

“Kebudayaan bukanlah sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas, jati diri, dan kekuatan bangsa. Oleh karena itu, pelestarian kebudayaan harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujar Ir. Yanyan Ruchyansah.

Dalam kegiatan ini, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif bersama hampir 2.000 seniman, budayawan, komunitas, dan paguyuban budaya yang berpartisipasi. Berbagai pertunjukan seni, pameran budaya, hingga gerakan seniman masuk sekolah menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang lebih dekat dan relevan bagi kalangan muda.

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, S.E., M.M., menjelaskan bahwa PKD juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa Lampung di ruang publik. Diharapkan, kebiasaan menggunakan bahasa Lampung semakin sering dilakukan, sehingga tidak hanya masyarakat asli Lampung, tetapi juga warga pendatang dapat terbiasa mendengar, mempelajari, dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Penggunaan bahasa Lampung di ruang publik perlu lebih dibiasakan. Ini bagian dari upaya kita menjaga agar identitas budaya Lampung tetap hidup dan dikenal oleh berbagai kalangan,” jelas Melly Ayunda.

Selain di Taman Budaya, rangkaian PKD juga berlangsung di Balai Keraton dan Gedung Nuwo Batang. Di Gedung Nuwo Batang, masyarakat dapat menyaksikan pameran arsip dan dokumentasi karya Ir. Anshori Djausal yang masih dibuka hingga tanggal 20 Oktober 2026. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Provinsi Bali, menunjukkan bahwa budaya Lampung dapat terus diperkenalkan dan diperkuat di tingkat nasional.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap, momentum PKD ini dapat meneguhkan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, komunitas seni, lembaga pendidikan, dan generasi muda untuk terus menjaga, melestarikan, dan mempromosikan seni budaya Lampung. Keberagaman suku dan budaya di Lampung, menurutnya, bukan menjadi pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.

“Mari jadikan generasi muda sebagai pelopor pelestarian budaya Lampung. Teruslah berkarya, bersinergi, dan menjadi bagian dari upaya memajukan kebudayaan Lampung agar tetap lestari dan membanggakan,” tambah Ir. Yanyan Ruchyansah. (*)

Tinggalkan Balasan