Produktif dan Mandiri, Rutan Bandar Lampung Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Budidaya 250 Ayam Petelur

BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) – Rutan Kelas I Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui peremajaan sekaligus penambahan populasi ayam petelur yang dikelola oleh Subsi Bimbingan dan Kegiatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (30/07/2026) ini menjadikan total populasi ayam petelur di Rutan Kelas I Bandar Lampung kini mencapai 250 ekor.

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa, didampingi Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Ari Julio, serta Kepala Subsi Bimbingan dan Kegiatan, Leon Nugroho. Penambahan populasi ayam petelur ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Rutan.

Melalui pengelolaan yang dilakukan oleh Subsi Bimbingan dan Kegiatan, peternakan ayam petelur diharapkan mampu menghasilkan produksi telur yang optimal. Hasil produksi tersebut nantinya akan diserap oleh pengelola bahan makanan (Bama) Rutan Kelas I Bandar Lampung untuk diolah menjadi menu konsumsi bagi warga binaan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari.

Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa, mengatakan bahwa pengembangan peternakan ayam petelur merupakan salah satu bentuk pembinaan produktif yang memberikan manfaat ganda, baik sebagai sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan maupun sebagai dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di dalam Rutan.

“Peremajaan dan penambahan populasi ayam petelur ini merupakan langkah nyata kami dalam mengoptimalkan program ketahanan pangan. Selain menjadi wadah pembinaan kemandirian bagi warga binaan, hasil produksinya juga akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di Rutan. Harapannya, program ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Tri Wahyu Santosa.

Melalui program ini, Rutan Kelas I Bandar Lampung terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Selain mendukung program ketahanan pangan nasional, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan