Lima Pendiri, Satu Misi: Kopi Kiyay Bawa Nama Robusta Pesawaran ke PRL 2026

PESAWARAN (INFO PUBLIK) – Di tengah persaingan kopi Robusta Lampung yang semakin ketat, sebuah merek lokal dari Kabupaten Pesawaran berusaha naik kelas. Namanya Kopi Kiyay.

Berdiri pada tahun 2025 atas inisiatif lima orang antara lain: Rizki Setiawan, Rizqon, Sapturi, Karyadi, dan Ari melalui wadah Usaha Mikro Kecil Berkah Bersama Rizki (UMK BBR), Kopi Kiyay akan tampil di Pekan Raya Lampung (PRL) 2026 dengan membawa misi besar: mengangkat kopi petani Pesawaran agar tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah.

Mengusung identitas Robusta Khas Lampung dan slogan “Natural Taste from Pesawaran”, Kopi Kiyay ingin memperkenalkan cita rasa khas kopi Pesawaran kepada pasar yang lebih luas.

Dari Kebun Petani Menjadi Produk Bernilai Tambah

Kabupaten Pesawaran dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi Robusta di Lampung. Namun selama ini, sebagian besar hasil panen petani masih dijual dalam bentuk biji kopi mentah atau kopi asalan dengan harga yang berfluktuasi.

Kondisi inilah yang mendorong kelima pendiri Kopi Kiyay membentuk UMK BBR. Tujuannya sederhana: mengolah kopi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani di daerahnya.

“Kami ingin kopi Pesawaran punya nama sendiri. Petani sudah bekerja keras di kebun, sudah seharusnya mereka juga merasakan manfaat dari produk jadinya,” ujar salah satu pendiri Kopi Kiyay.

Tiga Varian Andalan Siap Diperkenalkan

Dalam ajang Pekan Raya Lampung 2026, Kopi Kiyay membawa tiga varian unggulan:

1. Robusta Agroforestri

Ditanam di kawasan Register 21, Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, dengan sistem agroforestri yang menjaga kelestarian hutan sekaligus menghasilkan karakter kopi yang kuat.

2. Robusta Semi Wash

Berasal dari perkebunan masyarakat di Kecamatan Way Ratai, Way Khilau, dan Kedondong. Proses pengolahan semi wash menghasilkan rasa yang lebih bersih dengan kekentalan yang tetap terasa, ciri khas kopi Robusta.

3. Robusta With Fruit

Varian inovatif melalui proses ko-fermentasi dengan buah-buahan pilihan pada tahap pengolahan biji kopi sebelum disangrai. Varian ini menjadi keunggulan yang membedakan Kopi Kiyay dari kopi Robusta pada umumnya.

Ketiga varian tersebut diklaim memiliki karakter Robusta yang kuat, kekentalan yang pas, dan cita rasa yang khas Pesawaran.

Pekan Raya Bukan Garis Akhir, Melainkan Awal Langkah

Bagi Kopi Kiyay, Pekan Raya Lampung 2026 bukan sekadar ajang pameran, melainkan panggung pembuktian. Di ajang tersebut, mereka berharap dapat memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka peluang kerja sama dengan pembeli, pengecer, hingga kedai kopi.

“Pameran itu pintu masuk. Setelah itu yang menentukan adalah apakah konsumen mau membeli kembali, dan apakah petani mitra benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Kehdiran Kopi Kiyay menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi anak muda daerah dapat menjadi penggerak ekonomi lokal. Jika mampu menjaga kualitas dan membangun jaringan pasar yang berkelanjutan, bukan mustahil Robusta Pesawaran akan menjadi nama baru yang diperhitungkan dalam peta kopi Lampung. (Riz)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan