Bandar Lampung – SKA Coffee Fest 2025 resmi dibuka pada 22 Oktober 2025 di Mall Boemi Kedaton, Lampung, dengan kontes Kopi Spesialti tahap semifinal. Acara ini akan berlangsung hingga 26 Oktober 2025 dan menampilkan berbagai kompetisi seru, termasuk Lomba Kopi Tubruk, Lomba Latte Art, dan Blower Battle.

Direktur PT Sumber Kurnia Alam, Stanley Adrian, menjelaskan bahwa kontes kopi spesialti ini menampilkan tiga kategori besar, yaitu Arabika Natural, Arabika Wash, dan Robusta. Dari masing-masing kategori, terdapat 20 sampel yang dinilai oleh juri profesional. Nantinya akan dipilih lima besar dari tiap kategori untuk maju ke babak final, yang hasilnya akan diumumkan Jumat malam, 25 Oktober 2025 di panggung utama.
“Melalui tema ‘Know Your Coffee’, kami ingin masyarakat memahami bahwa kopi bukan hanya sekadar minuman pahit, tapi memiliki karakter, cerita, dan nilai ekonomi yang besar,” kata Stanley. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan dan penggerak ekonomi baru bagi Lampung dari sektor perkopian.
Stanley menambahkan, total peserta yang terlibat mencapai sekitar 50 peserta dari berbagai cabang lomba, dengan mayoritas berasal dari Lampung dan sebagian dari Palembang. “Untuk peserta dari luar Sumatera, sejauh ini hanya ada satu atau dua orang,” tambahnya.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum bersejarah, karena Lampung untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah semifinal dan final KKSI (Kompetisi Kopi Spesialti Indonesia). “Kami sudah lama menjalin hubungan baik dengan Ketua dan Founder KKSI, dan memang sudah menjadi keinginan kami membawa ajang nasional ini ke Lampung,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga untuk mempromosikan kopi Lampung sebagai identitas dan kebanggaan daerah. “Lampung adalah salah satu produsen kopi robusta terbesar di Indonesia,” katanya.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Stanley optimistis kegiatan ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi Lampung. “Jika antusiasme masyarakat terus meningkat, kami optimistis kegiatan ini akan menjadi penggerak ekonomi baru bagi Lampung dari sektor perkopian,” tutupnya (red)
